KUNINGAN — Di tengah kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sebuah aksi penyelamatan mengharukan menjadi secercah harapan bagi satwa liar yang terancam.
Seorang warga bernama Dodo berhasil menyelamatkan seekor bayi Surili yang terjebak di atas pohon yang terbakar pada Rabu malam, 21 Oktober 2026.
Aksi heroik itu bermula ketika Dodo mendengar suara rintihan anak Surili di tengah kepungan asap dan kobaran api.
Ia kemudian mencari sumber suara tersebut hingga menemukan bayi primata itu dalam kondisi terancam di atas pohon yang terbakar.
Tanpa menunggu api semakin membesar, Dodo segera mengevakuasi satwa tersebut sebelum kobaran api melalap pohon tempatnya terjebak.
Perjuangan penyelamatan itu berbuah manis. Pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026, bayi Surili tersebut berhasil dikembalikan ke habitatnya setelah merespons suara induknya.
Suara anak Surili itu menjadi petunjuk bagi sang induk untuk menemukan kembali anaknya.
Momen tersebut sekaligus menghadirkan harapan di tengah kebakaran yang mengancam kehidupan satwa liar di kawasan Gunung Ciremai.
Surili merupakan salah satu primata langka yang dilindungi di Indonesia.
Satwa ini juga pernah menjadi maskot resmi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat pada 2016.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan tidak hanya menghanguskan pepohonan, tetapi juga mengancam kehidupan satwa yang bergantung pada hutan sebagai habitatnya.
Di tengah situasi yang penuh bahaya, kepedulian Dodo menunjukkan bahwa tindakan sederhana yang dilandasi rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap alam dapat menjadi penyelamat bagi kehidupan yang terancam. (*)




























