PALANGKA RAYA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi terkait foto dirinya yang menggunakan tabung oksigen saat mengunjungi fasilitas penanganan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Budi menegaskan, foto yang beredar di media sosial tersebut memang benar. Namun, narasi yang menyebut dirinya mengalami sesak napas tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Fotonya memang benar, namun narasi yang beredar itu tidak benar,” ucap Budi.
Ia menjelaskan, dirinya sama sekali tidak mengalami sesak napas saat kunjungan berlangsung. Budi juga mengaku terbantu dengan penggunaan masker KN95 selama berada di lokasi.
Menurutnya, penggunaan tabung oksigen tersebut bertujuan memberikan informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai fasilitas Rumah Oksigen yang disediakan untuk membantu warga terdampak kabut asap.
“Sebagai bentuk mitigasi nyata, saya ingin membantu publikasi kehadiran Rumah Oksigen MDMC dan Bus Oksigen Pemprov Kalteng,” katanya.
Budi mengimbau masyarakat yang mulai mengalami sesak napas akibat paparan asap untuk segera mendatangi fasilitas oksigen terdekat.
Rumah Oksigen menyediakan ruangan dengan sistem penyaringan udara menggunakan high-efficiency particulate air (HEPA) untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.
Di fasilitas tersebut, warga dapat beristirahat sambil mendapatkan dukungan oksigen. Konsentrasi oksigen yang tersedia disebut mencapai 100 persen.
Budi menambahkan, fasilitas tersebut juga dilengkapi tenaga kesehatan yang melakukan pemantauan. Jika kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka akan segera dirujuk ke rumah sakit.
Untuk menjangkau warga yang kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menyiapkan Bus Oksigen keliling.
Layanan ini dinilai penting, terutama bagi relawan pemadam kebakaran yang bekerja di tengah kepulan asap dan berisiko mengalami penurunan saturasi oksigen hingga di bawah 90 persen.
Budi mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai kondisi memburuk sebelum mencari pertolongan.
“Jangan tunggu sampai parah, kalau ada yang mengeluh sesak, langsung arahkan ke fasilitas oksigen terdekat,” pungkasnya. (*)



























