Samarinda – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Timur, H.M. Syirajuddin, memastikan kesiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menyelenggarakan Upacara Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar pada 9 Januari 2026.
Syirajuddin menjelaskan, upacara puncak tahun ini akan dimeriahkan dengan tarian massal yang melibatkan sekitar 1.000 siswa-siswi sekolah di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Para undangan juga akan diajak berpartisipasi dalam tarian Jepen Daerah sebagai simbol kebersamaan dan pelestarian budaya lokal.
“Selain upacara, akan ada pemberian penghargaan Arindama dan Arindama Utama, penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota, serta camat berprestasi terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Syirajuddin saat menjadi narasumber dalam program Halo Kaltim.
Ia mengungkapkan, sebanyak 21 penghargaan Arindama akan diberikan kepada 10 kabupaten/kota, dengan kategori utama mencakup pelayanan publik dan pembangunan ekonomi. Menurutnya, peringatan HUT ke-69 Kaltim tetap mengusung konsep kesederhanaan tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
“Secara standar hampir sama dengan tahun lalu, hanya menyesuaikan dengan alokasi anggaran. Namun esensi dan maknanya tetap kami jaga,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, rangkaian peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 dipusatkan di Samarinda. Kegiatan diawali dengan Sidang Paripurna DPRD Kaltim pada 8 Januari, dilanjutkan Upacara Puncak pada 9 Januari, serta Pekan Rakyat Kaltim yang akan ditutup dengan tabligh akbar pada 11 Januari 2026.
Selain rangkaian utama, berbagai kegiatan pendukung juga akan digelar, mulai dari paduan suara, marching band, hiburan lokal, audisi SKPD Got Talent dan Kaltim Got Talent, hingga beragam lomba yang dapat diikuti masyarakat. Pada malam hari, Pemprov Kaltim juga akan meluncurkan sejumlah destinasi wisata unggulan sesuai dengan agenda yang telah disusun.
Lebih jauh, Syirajuddin memaknai peringatan usia 69 tahun sebagai refleksi perjalanan panjang pembangunan Kalimantan Timur. Ia menilai kemajuan Kaltim cukup signifikan, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas sumber daya manusia yang kini setara dengan daerah lain di Indonesia.
“Ke depan, fokus kita adalah ketahanan pangan. Menjelang hadirnya IKN, kita ingin kebutuhan pangan seperti sayur, daging sapi, ayam, telur, dan beras tidak lagi bergantung dari luar daerah, tetapi bisa dipenuhi dari Kaltim sendiri,” tegasnya
Sejalan dengan refleksi pembangunan tersebut, Syirajuddin juga menyinggung arah kebijakan dan program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke depan.
Ia menegaskan optimisme Pemprov Kaltim terhadap pelaksanaan program Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk Program GratisPol yang telah direalisasikan secara bertahap dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, peran generasi muda menjadi kunci dalam menyukseskan agenda pembangunan daerah. Dengan komposisi sekitar 75 persen angkatan kerja, generasi muda diharapkan terus meningkatkan keterampilan agar mampu mengisi peluang ketenagakerjaan, termasuk melalui dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran.
Lebih lanjut, dalam sesi dialog interaktif bersama warga, Syirajuddin menegaskan komitmen Pemprov Kaltim dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas OPD, BKKBN, serta pemerintah pusat, dengan evaluasi dan koordinasi yang dilaksanakan secara berkala. (sef/pt)





























