Samarinda — Suasana religius menyelimuti Halaman Parkir Stadion Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Minggu (11/1/2026) malam. Ratusan jamaah dari berbagai penjuru Kota Samarinda memadati area tersebut untuk mengikuti Tabligh Akbar dan Doa Bersama bersama Ustadz Das’ad Latif, yang sekaligus menjadi penutup rangkaian Pekan Raya Kaltim (PRK) 2026 dalam rangka peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan ini turut dihadiri, Kepala Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Kalimantan Timur Dr. H. Mame Sadafal, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Jajaran Forkopimda, Asisten da Staf Ahli serta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Kaltim
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dan menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Bumi Etam, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menuturkan, sepanjang rangkaian HUT ke-69 Kaltim, masyarakat telah menyaksikan semangat kebersamaan yang kuat melalui pelaksanaan Pekan Raya Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus wadah bertemunya budaya, seni, ekonomi kerakyatan, kreativitas UMKM, serta ekspresi kegembiraan seluruh lapisan masyarakat.
“Rencana dalam waktu lima tahun ini, akan terbentuk 50 ribu UMKM, sehingga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Kaltim,”jelas Seno Aji.
Menurutnya, Pekan Raya Kaltim merupakan wujud nyata pembangunan yang hadir dan dirasakan langsung oleh rakyat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya menghidupkan ekonomi lokal, memperkuat identitas budaya Bumi Etam, serta menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap Kalimantan Timur.
“Pada malam ini, rangkaian peringatan HUT Provinsi Kalimantan Timur kita tutup dengan Tausiyah Akbar. Ini menjadi penegasan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari capaian fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kekuatan iman, akhlak, serta nilai-nilai keagamaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Seno Aji menegaskan bahwa Kalimantan Timur sebagai daerah yang dianugerahi kekayaan alam, keberagaman budaya, serta memiliki posisi strategis sebagai mitra utama Ibu Kota Nusantara (IKN), memikul amanah besar untuk menjadi daerah yang maju namun tetap religius, modern namun berakar pada nilai budaya dan kearifan lokal.
“Kami menyadari tantangan ke depan tidaklah ringan. Namun dengan doa, ikhtiar, dan kebersamaan, kami optimistis Kalimantan Timur mampu melangkah mantap menuju masa depan yang lebih baik, menuju generasi emas yang cerdas, sehat, berakhlak dan berdaya saing,” tuturnya.
“Dengan mengucap Alhamdulillahirabbil’alamin, seluruh rangkaian kegiatan Peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur kami nyatakan ditutup,”pungkasnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad Latif mengajak umat Islam untuk senantiasa memperkuat keimanan, mensyukuri nikmat Allah SWT, serta menjaga persatuan dan persaudaraan di tengah keberagaman. Acara juga dirangkai dengan doa bersama sebagai puncak kegiatan. (rey/pt)


























