Samarinda – Rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur diramaikan dengan Pekan Raya Kaltim (PRK) 2026. Salah satu stan yang mendapat perhatian khusus Gubernur Kalimantan Timur, H Rudy Mas’ud (Harum) adalah stan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala Bidang TIK dan Persandian Diskominfo Kaltim, Bambang Kukilo Argo Suryo memaparkan capaian Program Gratispol Internet Desa yang kini telah menjangkau 95 persen wilayah Kaltim.
“Dari total 841 desa di Kaltim, sebanyak 802 desa sudah terkoneksi internet. Artinya, capaian kita sudah menjangkau hingga wilayah paling terpencil,” jelas Kiki sapaan akrabnya saat memaparkan progres Internet Desa dihadapan Gubernur, pada Jumat (9/1/2026).
Untuk mewujudkan pemerataan akses digital tersebut, Diskominfo Kaltim menerapkan berbagai teknologi. Mulai dari fiber optik (FO), Radio Celullar (BTS), serta Very Small Appeture Terminal/VSAT (Starlink dan VSAT Satria).
Saat ini, terdapat 158 titik desa yang menggunakan layanan Starlink, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau jaringan kabel.
Namun demikian, penggunaan Starlink akan terus dievaluasi. Jika kondisi wilayah memungkinkan, koneksi akan dialihkan ke fiber optik guna menekan biaya operasional. “Kita tidak bisa selamanya bergantung pada Starlink. Kalau sudah memungkinkan, akan kita turunkan ke FO,” ujarnya.
Tantangan lain yang dihadapi adalah ketersediaan listrik di desa-desa terpencil. Kiki mencontohkan sejumlah desa yang belum teraliri listrik sehingga koneksi internet bergantung pada genset. Untuk mengatasinya, Diskominfo Kaltim mulai memanfaatkan panel surya, seperti yang telah diterapkan di beberapa desa di Kabupaten Paser.
Selain itu, Diskominfo Kaltim juga mengantisipasi gangguan jaringan dengan menyiapkan dukungan satelit SATRIA sebagai sistem cadangan (backup), serta mulai mengembangkan teknologi internet laser inovatif sebagai alternatif konektivitas di masa depan.
Menanggapi pemaparan tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan ketertarikannya terhadap cakupan internet di wilayah perbatasan, khususnya Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
“Di Long Apari saya mau lihat langsung. Berarti sudah sampai ke sana ya? Kalau Starlink memang bisa di mana saja, tapi tantangannya justru akses jalannya yang belum ada,” ujar Rudy sembari meninjau peta wilayah Kaltim yang ditampilkan di layar moitor.
Program Gratispol Internet Desa menjadi salah satu bukti komitmen Pemprov Kaltim dalam mendorong pemerataan pembangunan digital. Memastikan masyarakat di pelosok daerah memiliki akses informasi dan layanan yang setara dengan wilayah perkotaan. (KRV/pt)





























