Samarinda – Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam menorehkan berbagai capaian penting sepanjang tahun 2025 dalam upaya memperkuat layanan kesehatan jiwa di Kalimantan Timur. Sejumlah inovasi strategis diluncurkan sebagai bentuk komitmen nyata mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan peringatan HUT Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026.
Salah satu capaian utama adalah peluncuran Hotline Service Anti Bunuh Diri PUJA SERA (Peduli Jiwa Selamatkan Harapan). Layanan ini hadir 24 jam sebagai ruang aman bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan kesehatan mental. Melalui layanan telepon dan chat, PUJA SERA menjadi garda depan pencegahan bunuh diri di Kalimantan Timur.
Selain itu, RSJD Atma Husada Mahakam juga memperkenalkan inovasi digital KETAN MAS RIDO (Kenali Tanda Kecemasan, Mengakhiri Hidup dan Depresi secara Online). Layanan ini menyediakan skrining awal dan edukasi kesehatan mental yang dapat diakses masyarakat secara daring, sehingga memudahkan deteksi dini gangguan kecemasan dan depresi.
Inovasi KETAN MAS RIDO berhasil meraih prestasi membanggakan dengan masuk enam besar terbaik pada Anugerah Riset dan Inovasi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim. Capaian ini menjadi pengakuan atas upaya RSJD AHM dalam menghadirkan terobosan pelayanan kesehatan jiwa yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tak kalah penting, RSJD Atma Husada Mahakam terus mengembangkan Program SIHATI (Sistem Pelayanan Kesehatan Jiwa Terintegrasi) yang telah berjalan sejak 2021. Program ini terbukti memberikan dampak nyata, seperti peningkatan kunjungan rawat jalan, penurunan lama hari rawat, serta penanganan ODGJ yang lebih cepat, terintegrasi, dan manusiawi. Melalui SIHATI, layanan kesehatan jiwa terhubung dari hulu ke hilir, mulai dari evakuasi, perawatan, pembiayaan, hingga reintegrasi sosial.
Didukung kolaborasi lintas sektor, RSJD AHM, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, layanan darurat 112, serta relawan TKSK dan PSM, masyarakat kini cukup menghubungi 112 untuk mendapatkan bantuan penanganan ODGJ, termasuk proses administrasi hingga penerbitan BPJS PBI.
Berbagai capaian tersebut menegaskan peran RSJD Atma Husada Mahakam sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada layanan kuratif, tetapi juga preventif, promotif, dan inovatif dalam bidang kesehatan jiwa. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, RSJD AHM berkomitmen terus mendukung terwujudnya Kalimantan Timur yang sehat jiwa dan raga. (KRV/pt)





























