Samarinda – Rapat Paripurna ke-2 DPRD Provinsi Kalimantan Timur dengan agenda Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur digelar pada Jumat (9/1/2026) di Gedung Utama (B) Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam rapat paripurna tersebut, juga dilakukan penetapan penerima penghargaan bagi tokoh berjasa dan masyarakat berprestasi di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025. Salah satu penerima penghargaan adalah Yuliana Wetuq, yang dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Berjasa Bidang Lingkungan Hidup.
Saat ditemui usai acara, Yuliana Wetuq mengaku tidak menyangka menerima penghargaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sejak tahun 2004 hingga sekarang, dirinya bersama masyarakat sekitar dan komunitasnya berupaya melindungi Hutan Lindung Wehea dari kepunahan.
“Kami melihat dari tahun ke tahun hutan semakin berkurang dan menyebabkan banjir di mana-mana. Karena itu, kami berkomitmen melindungi Hutan Lindung Wehea sejak 2004 hingga sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya perlindungan yang dilakukan tidak hanya menjaga kawasan hutan, tetapi juga melindungi satwa liar dari perburuan serta pencurian kayu. Selain itu, pihaknya juga melakukan pendataan satwa liar melalui pemantauan menggunakan kamera jebak (camera trap).
“Selain mengamankan kawasan, kami juga melakukan pendataan satwa liar dengan memasang kamera trap,” jelasnya.
Ke depan, Yuliana berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih dalam upaya pelestarian hutan, khususnya dalam hal pengamanan satwa dan sarana prasarana.
“Kami berharap pemerintah ikut membantu kami menjaga hutan. Selama ini, jika jalan rusak kami memperbaikinya sendiri, bahkan menggunakan ekskavator. Kami juga membutuhkan kendaraan operasional karena selama ini hanya menyewa dan meminta bantuan ke sana-sini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap hutan lindung masih sangat minim, padahal hutan lindung memiliki peran penting sebagai penghasil oksigen dan penyangga kehidupan.
“Hutan lindung ini kami jaga bukan hanya untuk masyarakat sekitar, tetapi juga untuk Indonesia dan dunia. Kami berharap ada perhatian yang lebih besar terhadap kelestarian hutan lindung,” pungkasnya. (hend/dfa)





























